BIMBINGAN RUQYAH ASWAJA
Ruqyah bukan sekadar ikhtiar untuk menghilangkan rasa sakit, gangguan, atau ketidaknyamanan yang sedang dirasakan. Dalam pemahaman Ahlus Sunnah wal Jamaah, ruqyah adalah salah satu bentuk ikhtiar yang harus mengantarkan seorang hamba semakin mengenal Allah, semakin kuat tauhidnya, dan semakin tenang dalam menerima setiap ketetapan-Nya.
Ruqyah bukan sekadar ikhtiar untuk menghilangkan rasa sakit, gangguan, atau ketidaknyamanan yang sedang dirasakan. Dalam pemahaman Ahlus Sunnah wal Jamaah, ruqyah adalah salah satu bentuk ikhtiar yang harus mengantarkan seorang hamba semakin mengenal Allah, semakin kuat tauhidnya, dan semakin tenang dalam menerima setiap ketetapan-Nya.
Karena itu, pelayanan Ruqyah ASWAJA di Sakinah Center tidak hanya memandang seseorang sebagai “pasien yang sedang mengalami gangguan”, tetapi sebagai seorang hamba Allah yang mungkin sedang membutuhkan pendampingan, penguatan, nasihat, dan tempat untuk menenangkan hati.
Allah ﷻ berfirman:
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra‘d: 28)
Jangan Takut, Anda Tidak Sendirian
Barangkali Anda datang setelah melewati hari-hari yang berat. Ada rasa takut yang sulit dijelaskan. Ada kegelisahan yang datang tanpa sebab yang jelas. Ada pikiran yang terus mengganggu, tidur yang tidak tenang, atau perasaan yang membuat hati terasa begitu lelah.
Mungkin Anda juga telah mencoba berbagai ikhtiar, tetapi masih mencari jawaban dan ketenangan.
Tenangkan hati...
Jangan terburu-buru menyimpulkan bahwa setiap masalah pasti disebabkan oleh jin atau gangguan ghaib. Dalam Islam, seorang Muslim diajarkan untuk bersikap bijaksana dan tidak mudah menuduh sesuatu yang belum jelas.
Ruqyah ASWAJA tidak dibangun di atas rasa takut kepada makhluk, tetapi di atas keyakinan kepada Allah ﷻ.
Jin adalah makhluk Allah. Manusia adalah makhluk Allah. Penyakit, kesembuhan, sebab dan akibat semuanya berada dalam ilmu dan kehendak Allah.
Allah ﷻ berfirman:
وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ
“Dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku.” (QS. Asy-Syu‘ara: 80)
Maka seorang peruqyah tidak boleh menempatkan dirinya sebagai pemberi kesembuhan. Peruqyah hanyalah orang yang berikhtiar membantu, sedangkan Asy-Syafi — Yang Maha Menyembuhkan — hanyalah Allah ﷻ.
🤲 Ruqyah adalah Jalan Ikhtiar, Bukan Jalan Kesombongan
Dalam aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah, kita meyakini bahwa segala sesuatu terjadi dengan kehendak dan ketetapan Allah. Namun, keyakinan kepada takdir bukan berarti meninggalkan ikhtiar. Berobat adalah ikhtiar. Berdoa adalah ikhtiar. Membaca Al-Qur'an adalah ibadah sekaligus ikhtiar. Memperbaiki shalat adalah ikhtiar. Meninggalkan maksiat adalah ikhtiar. Memperbaiki hubungan dengan keluarga adalah ikhtiar. Karena itu, ruqyah hendaknya tidak membuat seseorang bergantung kepada peruqyah. Sebaliknya, ruqyah hendaknya membuat seseorang semakin bergantung kepada Allah.
Jika setelah ruqyah seseorang hanya merasa aman ketika berada di dekat peruqyah, maka perlu diluruskan kembali cara pandangnya. Tetapi apabila setelah mendapatkan bimbingan ia mulai berkata dalam hatinya:
“Aku harus lebih dekat kepada Allah. Aku harus memperbaiki shalatku. Aku harus memperbanyak dzikir. Aku harus meninggalkan maksiat. Aku harus belajar tawakal.” Maka di sanalah salah satu nilai besar dari sebuah bimbingan ruqyah.
Menyembuhkan Hati Bersama Ikhtiar
Dalam tradisi tasawuf Ahlus Sunnah wal Jamaah, manusia tidak hanya memiliki persoalan jasmani, tetapi juga memiliki qalb (hati) yang membutuhkan perhatian. Hati dapat dipenuhi rasa takut, kecewa, iri, sombong, dendam, cinta dunia yang berlebihan, maupun kegelisahan.
Allah ﷻ berfirman:
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“Pada hari ketika harta dan anak-anak tidak berguna, kecuali orang yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat.” (QS. Asy-Syu‘ara: 88–89)
Tidak Semua Kesulitan Harus Dicari Kambing Hitamnya
Bimbingan Ruqyah ASWAJA, kita perlu berhati-hati terhadap sikap mudah memastikan bahwa seseorang terkena jin, sihir, atau gangguan ghaib hanya berdasarkan gejala tertentu. Seorang Muslim hendaknya tetap menggunakan akal sehat, ilmu, dan sikap tabayyun. Jika terdapat keluhan kesehatan, maka pemeriksaan dan pengobatan medis tetap merupakan bagian dari ikhtiar yang baik. Jika terdapat persoalan psikologis, seseorang juga tidak perlu malu mendapatkan pendampingan dari tenaga profesional yang kompeten. Dan apabila seseorang membutuhkan penguatan spiritual, maka bimbingan agama, dzikir, doa, membaca Al-Qur'an, serta ruqyah yang sesuai syariat dapat menjadi bagian dari ikhtiar.
Semua ikhtiar tersebut tidak perlu dipertentangkan.
Sebab seorang mukmin memahami bahwa berbagai sebab hanyalah jalan, sedangkan hasil akhirnya berada dalam kekuasaan Allah ﷻ.
📖 Al-Qur'an sebagai Petunjuk dan Rahmat
Ruqyah ASWAJA berpegang kepada Al-Qur'an dan doa-doa yang dibenarkan syariat.
Allah ﷻ berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Isra': 82)
Namun kesembuhan tidak semata-mata terletak pada suara orang yang membaca ayat. Yang menyembuhkan adalah Allah ﷻ. Ayat Al-Qur'an adalah kalamullah yang mulia. Seorang peruqyah hendaknya membaca dengan adab, keyakinan, ilmu, dan ketundukan kepada Allah.
Anda Tidak Perlu Malu Mencari Pertolongan
Jika saat ini Anda sedang mengalami masa yang sulit, jangan merasa bahwa diri Anda hina. Jangan merasa bahwa Allah telah meninggalkan Anda. Boleh jadi apa yang sedang Anda alami justru menjadi jalan agar hati Anda kembali mengetuk pintu-Nya. Boleh jadi melalui kesulitan itu Allah mengajarkan kesabaran. Boleh jadi melalui kegelisahan itu Allah mengajak Anda lebih banyak berdzikir. Boleh jadi melalui air mata yang selama ini jatuh dalam kesendirian, Allah sedang mengangkat derajat Anda dengan kesabaran yang tidak diketahui manusia. Maka jangan hanya berkata: “Ya Allah, hilangkan masalahku.” Tetapi belajarlah pula berkata:
“Ya Allah, jika masalah ini menjadi jalan agar aku lebih dekat kepada-Mu, maka bimbinglah aku untuk melewatinya dengan sabar, tawakal, dan tetap berada dalam ridha-Mu.”
Bimbingan Kami: Mendampingi, Bukan Menghakimi
Sakinah Center berupaya memberikan ruang yang aman dan nyaman bagi setiap orang untuk bercerita, mendapatkan arahan keagamaan, melakukan muhasabah, serta menjalani ikhtiar ruqyah sesuai tuntunan syariat. Kami memahami bahwa setiap orang memiliki cerita yang berbeda. Karena itu, proses bimbingan dilakukan dengan kelembutan, menjaga kehormatan, tidak mempermalukan, tidak menakut-nakuti, dan tidak mudah memberikan vonis karena tujuan utamanya bukan membuat seseorang takut kepada jin. Tapi tujuan utamanya adalah membantu seseorang lebih mengenal Allah, memperkuat tauhid, memperbaiki ibadah, menata hati, dan menemukan kembali ketenangan hidup.
Pada Akhirnya, Ketenangan Itu Milik Allah
Mungkin hari ini hati Anda masih berat, mungkin perjalanan Anda belum selesai. tidak mengapa berjalanlah perlahan, Perbaiki shalat sedikit demi sedikit, perbanyak istighfar. baca Al-Qur'an, perbanyak shalawat dan dzikir yang ma'tsur, mintalah maaf jika pernah menyakiti orang lain dan Maafkan jika hati telah lama menyimpan luka. Dan jangan pernah berhenti mengetuk pintu rahmat Allah, sebab seorang mukmin tidak pernah benar-benar sendirian selama hatinya masih mengingat Allah.
Ruqyah adalah dan Doa adalah ikhtiar begitu juga Dzikir adalah ikhtiar. Termasuk Muhasabahpun adalah ikhtiar, sebagaimana Berobat juga adalah ikhtiar, tetapi kesembuhan dan ketenangan hakiki tetaplah karunia Allah ﷻ.
Semoga setiap langkah Anda menuju kesembuhan menjadi langkah menuju kedekatan kepada Allah. semoga setiap air mata menjadi penghapus dosa, semoga setiap kegelisahan diganti dengan ketenangan, semoga setiap kesulitan menjadi jalan datangnya pertolongan.
Dan semoga Allah ﷻ menganugerahkan kepada kita semua qalban saliman, hati yang bersih dan tenang, serta kehidupan yang penuh sakinah, mawaddah, dan rahmah.
اللهم رب الناس أذهب البأس، واشف أنت الشافي، لا شفاء إلا شفاؤك، شفاء لا يغادر سقما
“Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah kesusahan. Sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”
Sakinah Center = Bimbingan, Ikhtiar, dan Pendampingan Spiritual Berbasis Nilai-Nilai Islam